Hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan awal bulan Hijriyah.
Sedangkan ru’yah adalah aktivitas mengamati penampakan bulan sabit yang nampak pertama kali setelah terjadinya ijtima’. Ru’yah adakalanya dilakukan dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optic seperti teleskop.
Perlu diketahui bahwa dalam kalender Hijriyah sebuah hari diawali sejak terbenamnya matahari waktu setempat, dan penentuan awal bulan tergantung pada penampakan bulan sabit. Karena itu satu bulan kalender Hijriyyah dapat berumur 29 hari atau 30 hari.
Penentuan awal bulan hijriyah menjadi sangat berarti, terutama sekali bulan-bulan yang berkaitan dengan ibadah, semisal bulan Ramadlan untuk menjalankan ibadah puasa, Syawal untuk merayakan Hari raya Idul Fitri, serta bulan Dzul Hijjah dimana terdapat tanggal yang berkaitan dengan pelaksanaan Haji dan Hari raya Idul Adlha.
Lebih jelasnya, agar tidak terjadi kesalah-pahaman mengenai penentuan awal bulan Hijriyyah, baik bagi mereka yang berpedoman ru’yah maupun hisab, marilah kita simak pendapat-pendapat para ulama yang tertuang di dalam kitab-kitab yang akan kami jelaskan pada artikel-artikel dalam blog sederhana ini.
Semoga bermanfaat, amiin.
0 komentar:
Posting Komentar